Repository

Mitigasi Rantai Pasok Rumput Laut dengan Pendekatan House of Risk dan Fuzzy AHP di Kabupaten Maluku Tenggara

View File

Full Doc.

Date

2020

Author

Wellem Anselmus Teniwut, Kamilius Deleles Betaubun, M. Marimin, Taufik Djatna

Abstract. Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Provinsi Maluku khususnya Kabupaten Maluku Tenggara adalah salah satu produsen rumput laut terbesar di kawasan timur Indonesia, namun sejak 2012 produksi dan jumlah petani rumput laut mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan mitigasi asimetris informasi rantai pasok rumput laut di wilayah ini.Penelitian ini menggunakan pendekatan House of Risk (HOR) untuk mengidentifikasi sumber utama risiko rantai pasok budidaya rumput laut yang krusial untuk segera diatasi dengan HOR 1 dan selanjutnya menggunakan pendekatan HOR 2 dan fuzzy AHP sebagai pendekatan komparasi untuk memilih alternatif terbaik untuk mitigasi asimetris informasi rantai pasok yang terjadi. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan depth interview dengan para pakar yang dibagi menjadi tiga kategori praktisi, akademisi dan birokrat dengan jumlah masing-masing dua orang. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa di Kabupaten Maluku Tenggara terdapat 5 risiko yang menyumbang 70% dari seluruh risiko yang muncul. Selanjutnya, berdasarkan hasil ETD (Effectiveness to Difficulty)langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko operasional rantai pasok rumput laut di wilayah ini adalah membangun komunitas petani rumput laut. Hal ini terkait dengan biaya yang dikeluarkan, kemudahan dan keuntungan dari adanya komunitas petani rumput laut.Selanjutnya aktor yang paling berperan adalah pemerintah daerah serta alternatif terbaik saat ini untuk mengurangi adanya asimetris informasi rantai pasok adalah dengan membangun pusat informasi rantai pasok.

Keywords : Asimetris informasi; mitigasi risiko; rumput laut; rantai pasok

Url :